2. Terjemah Matan Al Jurumiyah Bab Fi’il – Naibul Fa’il

2. Terjemah Matan Al Jurumiyah Bab Fi’il – Naibul Fa’il

Bab Fi’il-fi’il (Kata Kerja)

  • Fi’il itu ada tiga :1. Fiil Madhi2. Fiil Mudhari’3. Fiil AmrContohnya ضَرَبَ(madhi), (mudhari’) , يَضْرِبُ (‘amr) اِضْرِبْ
    • Fiil Madhi itu selalu di-fathah-kan
    • Fiil amar selalu di-jazm-kan
    • Fiil mudhari’ itu fiil yang di awalnya terdapat salah satu dari huruf tambahan yang empat yang terkumpul dalam perkataan أَنَيْتُ (hamzah, nun, ya, dan ta). Fiil mudhari’ itu selalu di-rafa’-kan kecuali ada amil (huruf) nashab atau jazm yang masuk padanya.
  • Amil nashab (hal yang me-nashab-kan) itu ada sepuluh, yaitu:
    • أَنْ(bahwa),
    • لَنْ (tak akan),
    • إِذَنْ (jadi, kalau begitu),
    • كَيْ (supaya),
    • لَامُ كَيْ (lam dengan makna supaya),
    • لَامُ اَلْجُحُودِ (lam pengingkaran),
    • حَتَّى (sehingga),
    • الْجَوَابُ بِالْفَاءِ, الْوَاوِ, أَوْ (kalimat jawab dengan fa, wa, dan aw).
  • Amil jazm (hal yang me-jazam-kan) itu ada delapan belas, yaitu :
    • لَمْ (tidak),
    • لَمَّا (belum),
    • أَلَمْ (tidakkah?),
    • أَلَمَّا (belumkah?),
    • لَامُ اَلْأَمْرِ وَالدُّعَاءِ (Lam untuk perintah dan permohonan),
    • ”لَا” فِي اَلنَّهْيِ وَالدُّعَاءِ (la untuk larangan dan permohonan),
    • إِنْ (jika),
    • مَا (apa),
    • مَنْ (siapa),
    • مَهْمَا (apapun),
    • إِذْمَا (kalau),
    • أَيٌّ (mana, sesuatu apa),
    • مَتَى (kapan),
    • أَيْنَ (dimana),
    • أَيَّانَ (kapan),
    • أَنَّى (bagaimana),
    • حَيْثُمَا (dimanapun),
    • كَيْفَمَا (bagaimanapun),
    • إِذًا فِي اَلشِّعْرِ خاصة. (dan “Jika demikian” pada syair tertentu).

Bab Isim-isim yang Dirafa’kan

Isim-isim yang di-rafa’-kan itu ada tujuh, yaitu :

  1. Isim Faa’il
  2. Isim Maf’ul yang tidak disebut failnya (naaibul fa’il)
  3. Mubtada
  4. Khabarnya mubtada
  5. Isim Kaana dan saudara-saudaranya
  6. Khabarnya inna dan saudara-saudaranya
  7. Pengikut dari yang di-rafa’-kan, yaitu ada empat :
    1. Na’at
    2. ‘Athaf
    3. Taukid
    4. Badal

Bab Faa’il (Pelaku)

Faa’il (pelaku) termasuk isim yang di-rafa’-kan yang disebut setelah fi’il (perbuatan) nya.

Dan faa’il itu ada dua jenis, yaitu:

  1. Faa’il isim dzhahir
  2. Faa’il isim dhamir
  • Faa’il isim dzhahir itu contohnya seperti:
    • قَامَ زَيْدٌ (Zaid telah berdiri)
    • وَيَقُومُ زَيْدٌ (Zaid sedang berdiri)
    • وَقَامَ الزَّيْدَانِ (Dua orang (bernama) Zaid telah berdiri)
    • وَيَقُومُ الزَّيْدَانِ (Dua orang (bernama) Zaid sedang berdiri)
    • وَقَامَ الزَّيْدُونَ (Orang-orang (bernama) Zaid telah berdiri)
    • وَيَقُومُ الزَّيْدُونَ (Orang-orang (bernama) Zaid sedang berdiri)
    • وَقَامَ اَلرِّجَالُ (Para laki-laki telah berdiri)
    • وَيَقُومُ اَلرِّجَالُ (Para laki-laki sedang berdiri)
    • وَقَامَتْ هِنْدٌ (Hindun telah berdiri)
    • وَقَامَتْ اَلْهِنْدُ (Hindun sedang berdiri)
    • وَقَامَتْ الْهِنْدَانِ (Dua orang (bernama) Hindun telah berdiri)
    • وَتَقُومُ الْهِنْدَانِ (Dua orang (bernama) Hindun sedang berdiri)
    • وَقَامَتْ الْهِنْدَاتُ (Orang-orang bernama hindun telah berdiri)
    • وَتَقُومُ الْهِنْدَاتُ (Orang-orang bernama hindun sedang berdiri)
    • وَقَامَتْ اَلْهُنُودُ (Hindun-hindun telah berdiri)
    • وَتَقُومُ اَلْهُنُودُ (Hindun-Hindun Sedang berdiri)
    • وَقَامَ أَخُوكَ (Saudara laki-laki mu telah berdiri)
    • وَيَقُومُ أَخُوكَ (Saudara laki-laki mu sedang berdiri)
    • وَقَامَ غُلَامِي (Budak ku telah berdiri)
    • وَيَقُومُ غُلَامِي (Budak ku sedang berdiri)
  • Faa’il isim dhamir itu ada 12, yaitu :
    • ضَرَبْتُ (saya telah memukul)
    • وَضَرَبْنَا (kami telah memukul)
    • وَضَرَبْتَ (kamu (lk) telah memukul)
    • وَضَرَبْتِ (kamu (lk) telah memukul)
    • وَضَرَبْتُمَا (kalian berdua telah memukul)
    • وَضَرَبْتُمْ (kalian (lk) telah memukul)
    • وَضَرَبْتُنَّ (kalian (pr) telah memukul)
    • وَضَرَبَ (dia (lk) telah memukul)
    • وَضَرَبَتْ (dia (pr) telah memukul)
    • وَضَرَبَا (mereka berdua telah memukul)
    • وَضَرَبُوا (mereka (lk) telah memukul)
    • وضربن (mereka (pr) telah memukul)

Bab Maf’ul yang tidak disebut Faa’ilnya (Naaibul faa’il)

Naaibul faa’il adalah isim yang di-rafa’-kan yang tidak disebut bersamanya faa’ilnya.

Jika fi’il madhi maka huruf pertama nya di-dhammah-kan dan satu huruf sebelum huruf terakhir dikasrahkan.

Jika fi’il mudhari’ maka huruf pertama nya di-dhammah-kan dan dan satu huruf sebelum huruf terakhir difathahkan.

Naa’ibul faa’il itu ada dua:

  1. Naaibul faa’il isim dzhahir
  2. Naaibul faa’il isim dhamir.
  • Naaibul faa’il isim dzhahir itu contohnya :

ضُرِبَ زَيْدٌ” وَ”يُضْرَبُ زَيْدٌ” وَ”أُكْرِمَ عَمْرٌو” وَ”يُكْرَمُ عَمْرٌو (Zaid telah dipukul, Zaid sedang dipukul, ‘Amr telah dimuliakan, ‘Amr sedang dimuliakan).

  • Naaibul faa’il isim dhamir contohnya:

ضُرِبْتُ وَضُرِبْنَا, وَضُرِبْتَ, وَضُرِبْتِ, وَضُرِبْتُمَا, وَضُرِبْتُمْ, وَضُرِبْتُنَّ, وَضُرِبَ, وَضُرِبَتْ, وَضُرِبَا, وَضُرِبُوا, وضُربن (aku telah dipukul, kami telah dipukul, kamu (lk) telah dipukul, kamu (lk) telah dipukul, , kalian berdua telah dipukul, kalian (lk) telah dipukul, kalian (pr) telah dipukul, dia (lk) telah dipukul, dia (pr) telah dipukul, mereka berdua telah dipukul, mereka (lk) telah dipukul, mereka (pr) telah dipukul).

About author

Related Articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *